Kamis, 09 Februari 2012

KNALPOT FARIASI MATIC

Pilihan Knalpot Racing Honda BeAT, Bisa Untuk Scoopy dan Spacy!

Penjualan matik Honda yang semakin pesat ternyata juga membuat produk variasinya mulai banyak. Salah satunya adalah knalpot racing untuk Honda BeAT yang tersedia dalam berbagai merk dan tipe. Asiknya, knalpot ini juga bisa dipasang ke Scoopy dan Spacy yang punya mesin tidak jauh beda.

Hanya saja untuk Honda Spacy kendalanya posisi knalpot jadi lebih rendah ketimbang stopper engine sehingga harus sedikit berhati hati ketika melintasi handicap seperti polisi tidur. Yuk langsung tengok beberapa model yang ada di pasaran.

WRX
Brand knalpot lokal yang satu ini punya harga yang paling terjangkau! Padahal silencernya juga sudah terbuat dari stainless steel dengan muffler tip bergradasi kebiru biruan. Knalpot dengan pipa dari bahan galvanis ini punya dua versi yakni Racing yang dijual dengan harga Rp 300 ribu dan Kompetisi dengan banderol 350 ribu.

Kedua tipe ini memiliki perbedaan baik bentuk fisik maupun fungsi. Tipe Racing memiliki silencer panjang dengan suara yang tidak terlalu keras (low decibel). Sedangkan tipe Kompetisi menggunakan silencer yang lebih pendek sehingga bisa menghasilkan power yang lebih besar.

CLD
Dijual oleh Dodo Racing di Ciledug, merek ini terkenal dengan imagenya sebagai knalpot motor balap. CLD memiliki tiga varian yang semuanya terbuat dari bahan stainless steel. Tipe pertama yaitu CLD Racing yang diperuntukkan untuk skutik standar yang dijual dengan harga Rp 660 ribu.

Tipe kedua yaitu CLD Road Race juga dijual dengan harga yang sama yakni Rp 660 ribu. Walau bentuknya sekilas mirip dengan CLD Racing, CLD road race punya pipa yang lebih besar dengan silencer sedikit lebih pendek. Nah, CLD tipe Road Race ini cocok untuk pengguna Beat yang sudah mengalami modifikasi mesin seperti bore up.

Model terakhir adalah CLD Carbon yang memang menggunakan serat karbon asli di bagian silencernya. Penggunaan material eksotis ini memberikan tampilan yang lebih menarik serta bobot yang lebih ringan. Namun karena material serat karbon memang terkenal mahal, wajar jika CLD Carbon dibanderol dua kali lipat dibanding dua tipe sebelumnya yakni Rp 1,4 jutaan.

R9
Merek lokal berikutnya adalah brand Racing Generation alias R9. Knalpot dengan ciri khas silecer "half blue" ini hanya tersedia satu tipe yakni New Mugello yang dijual Rp 700 ribu. Terbuat dari stainless steel mengkilap dengan gradasi kebiruan. R9 New Mugello memang pas untuk pengguna BeAT yang mengutamakan performa sekaligus fashion.

Kawahara
Brand yang satu ini sudah cukup terkenal karena produk racing part khusus matik-nya yang berjibun. Mulai dari per CVT, roller hingga blok bore up!

Untuk knalpot sendiri Kawahara menawarkan K1 untuk harian, K2 untuk performance dan K3 yang dikhususkan hanya untuk balap. Namun yang paling populer adalah K2 yang memiliki performa paling bagus untuk motor harian khususnya yang sudah bore up. Tipe ini dijual dengan harga Rp 700 ribu ribu di R59 Matic Shop, Ciputat.

Penulis : Abed | Teks Editor : Nurfil | Foto : Abed
»»  continue.......

yamaha MIO......

Teknologi Yamaha Mio J (Bag.1), Aplikasi Generasi Kedua YMJET-FI


Teknologi injeksi YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) memang sudah dipakai pada beberapa varian Yamaha sejak 2009. Yamaha Fiore jadi yang pertama, tapi ternyata YMJET-FI yang ada di Mio J dan Fiore beda generasi! Penasaran bedanya? Baca terus...

Kita mulai dari cara kerja YMJET-FI. Pada throttle bodinya, YMJET-FI dirancang memiliki dua katup butterfly. Upstream throttle body atau katup primer terletak di moncong throttle body yang dekat dengan filter udara, sedang downstream throttle body atau katup sekunder mengarah langsung ke intake manifold atau pada YMJET-FI disebut dengan main air passage. 

Kedua katup ini mulai bekerja ketika selongsong gas dibuka. Saat throttle terbuka kurang dari 10 persen maka hanya katup primer yang terbuka. Aliran udara yang masuk ke ruang bakar lewat selang air assist passage tanpa lewat intake manifold. Kondisi ini bertahan sampai putaran mesin 4.000 sampai 5.000 rpm. 

Makin dalam putaran gas dibuka, maka katup sekunder akan mulai terbuka. Dalam kondisi ini aliran udara mulai masuk lewat intake manifold. Sedang kerja selang air assist passage secara perlahan benar-benar berhenti setelah selongsong gas dibuka penuh.

Pada putaran rendah, aliran udara sengaja dipaksa melewati selang air assist passage. Tentunya untuk mendapatkan asupan udara yang efisien. Tidak kebanyakan tapi memiliki tekanan yang lebih besar.

Apalagi selang air assist passage juga mampu memberikan efek turbulensi dan didukung dengan fuel pump baru dengan tekanan lebih tinggi, mencapai 324 Kpa. Akhirnya kabut bahan bakar jadi lebih halus, pembakaran makin sempurna. Torsi jadi mantab tapi efisiensi bahan bakar didapat.

Jadi jangan heran kalau putaran bawah Mio J ini terasa lebih responsif. Putaran mesin tidak perlu terlalu tinggi untuk membuat skubek baru Yamaha ini melaju.

Efisiensi pada putaran rendah yang disasar Yamaha ini sesuai dengan cara berkendara normal sehari-hari. ""YMJET-FI sangat efektif di economic zone, yaitu di kecepatan 20 sampai 55 km/jam," ungkap M Abidin, Assistant GM Technical, Yamaha Indonesia.

Lalu dimana bedanya dengan generasi pertama YMJET-FI? Ternyata ada pada posisi selang air assist passage. Pada generasi pertama sejajar dengan injektor. Sedang pada generasi kedua posisinya sedikit digeser dan aliran udaranya ditabrakan ke dinding intake.

"Efeknya aliran turbulensi campuran bahan bakar yang tercipta menjadi lebih baik. Arah aliran dan kabut bahan bakar yang sangat halus menciptakan pembakaran yang lebih ideal," jelas Abidin. Makin efisien deh!

Langsam Diatur Idle Speed Control

Diatas dijelaskan kalau katup primer dan sekunder bekerja mengalirkan udara saat selongsong gas mulai diputar. Padahal saat langsam, kedua katup ini menutup. Nah, pada kondisi seperti ini, aliran udara diatur oleh Idle Speed Control.

Udara dialirkan melalui selang air assist passage. Perangkat ini menjaga agar saat langsam, putaran mesin tidak lebih dan kurang dari 1.600 rpm. 

Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yamaha
»»  continue.......